Sabtu, 28 Juli 2012

Irit Biaya, Hasil lebih Menguntungkan

Luas lahan yang saya tanami cabai jenis lokal adalah 1000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini umur tanaman 4,5 bulan (135 hari). Pupuk yang saya gunakan SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg. Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan.

Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.

Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya ; 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.

Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain : POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol. Keuntungan
setelah menggunakan produk NASA diantaranya :

1) Pengolahan tanah mudah, 
2) Tanah menjadi subur, 
3) Pertumbuhan tanaman lebih cepat, 
4) Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.

Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).

Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.

Mulhenry Maruhun
Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe,
Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat

Berbuah Terus Tak Kenal Musim Sepanjang Tahun

Kenal pertama kali produk pertanian NASA dari tetangga saya. Luas lahan tanaman kakao milik saya 0,25 Ha lebih. Umur tanaman kakao 7 tahun. Produk yang saya gunakan adalah Power Nutrition, SUPERNASA, HORMONIK, PESTONA dan AERO 810. Cara penggunaan produk yakni : 2 botol SuperNASA + 1 botol Power Nutrition dicampurkan kedalam 400 liter air. Ambil 1 liter larutan tersebut untuk setiap 1 pohon, dan semuanya bias digunakan untuk 400 pohon.

Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.

Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.

Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).

Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 

  • Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 
  • Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 
  • Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810
  • Setelah menggunakan Power Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA ...!!!!

Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung

Tanaman Padi Tumbuh Dengan Sehat

Saya menanam padi dengan luas lahan 2 Ha. Jenis padi yang saya tanam varietas IR 64, saat ini umur tanaman  mencapai 44 hari. Dalam budidaya padi ini saya  menggunakan produk pertanian NASA seperti; POC NASA, Super NASA, PESTONA, Hormonik dan AERO 810.  Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro (kimia) pada saat pengolahan tanah ; Urea  75 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 50 Kg/Ha, KCl sebanyak 75 Kg/Ha, dan Kapur Dolomit sebanyak 250 Kg/Ha. Untuk pemupukan susulan I (umur 20 hari) saya berikan Urea sebanyak 50 Kg/Ha, dan susulan II (umur 35 hari) Urea juga sebanyak 50 Kg/Ha. Penggunaan Super NASA saya sebagai pupuk dasar dengan 5 botol ( 2,5 Kg) /Ha. Caranya adalah Super NASA dicampur Urea, SP 36 dan KCl (dosis seperti diatas) tanpa menggunakan air, lalu ditaburkan pada saat 1 hari sebelum tanam.  Selain itu, produk NASA yang lain digunakan dengan cara disemprotkan, dilakukan pada Penyemprotan ke-1 (masa pemeliharaan umur 15 hari setelah tanam) ; 3 tutup POC NASA + 2 tutup PESTONA dalam 1 tangki 15 liter air. Penyemprotan ke-2, pada umur 30 hari setelah tanam dengan 4 tutup POC NASA+ 2 tutup Hormonik + 4 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO 810 dalam tangki air 15 liter.  Penyemprotan ke-3, saya lakukan pada umur 45 hari setelah tanam yakni 6 tutup POC NASA + 2 tutup Hormonik, +6 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO dalam tangki 15 liter air.

Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh  lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak,  sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 - 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.

Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur.  Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan).  Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-

Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000  Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-.  Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.

Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.

Zukran (Petani Padi “Tadah Hujan”)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur

KERONTOKAN BUAH & BUNGA SANGAT KECIL

Pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bp. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal bertanam cabai. Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik. Bp. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP. Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Dosis yang diberikan : POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter - 2 meter.

Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur. atau Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabai, ujarnya mengakhiri.

Produksi Jeruk meningkat dari 2,5 ton menjadi 3,5 ton setelah menggunakan Produk Nasa

 Subandrio (Petani Jeruk) Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah


Hamparan tanaman jeruk milik Bapak Subandrio menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandangnya. Tampak buah jeruk yang besar-besar terlihat segar dan membuat hari senang untuk segera memetiknya. Ya … itulah sekelumit gambaran lahan jeruk milik Bapak Subandrio yang telah menggunakan produk-produk pertanian NASA. Saat team NASA menyambanginya ia tersenyum bahagia dan menyambut team NASA dengan gembira. Dirinya mempersilahkan team NASA untuk melihat sendiri tanaman jeruknya.

“Luas lahan yang saya tanami jeruk ini sekitar 2000 m2 (125 ubin) dengan jumlah tanaman jeruk 350 batang dan umur jeruk sampai saat ini kira-kira 3 tahun,”Ungkapnya. Ia juga menjelaskan beberapa produk NASA yang telah digunakannya diantaranya POC NASA, Hormonik, Super NASA, Power Nutrition dan PESTONA. Cara aplikasi, masih menurutnya, yaitu Super NASA 4 sendok makan ditambah Power Nutrition juga 4 sendok makan ditambah dengan NPK 1 Kg yang semuanya dicampur dalam 1 ember air, kemudian campuran tersebut diaplikasikan 2 gelas per pohon dengan interval 6 bulan sekali. Perlakuan ini ia lakukan baru 1 kali. “Sedangkan untuk aplikasi berikutnya POC NASA 4 tutup botol ditambah Hormonik 1 tutup botol ditambah PESTONA 2 tutup botol dilarutkan dalam tangki air 15 liter disemprotkan merata tiap seminggu sekali,”Jelasnya lebih lanjut.

Menurut dirinya, banyak manfaat setelah menggunakan produk NASA karena pertumbuhan tanaman jauh lebih baik dari sebelum ia menggunakan produk NASA, apalagi jika dibandingkan dengan tanaman jeruk milik tetangga, tanaman saya pertumbuhannya jauh lebih baik, akunya. “Setelah menggunakan produk NASA, daun-daun lebih baik dan besar, dalam jangka waktu 1 bulan saja bunga sudah pada keluar, bunga juga tidak rontok artinya jadi semua,”Ucapnya girang. Selain itu ia juga mengemukakan keuntungan yang lain seperti buahnya banyak dan merata, daun subur, pertumbuhan tanaman lebih sehat serta rasanya jadi lebih manis. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan produk NASA batangnya lebih kecil, buahnya juga jarang, ukuran buahnyapun lebih kecil serta daun kuning dan pertumbuhan tanamannya kurang subur.

“Perkiraan hasil panen (pemetikan) nanti sekitar 3,5 Ton, padahal biasanya hanya mendapatkan berkisar antara 2-2,5 ton. Jadi ada selisih tambahan 1 ton setelah menggunakan produk NASA ini,”Ujarnya bangga. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa harga jeruk Rp. 4000/Kg, jadi kalau dihitung maka ada peningkatan hasil produksi jeruk 1 Ton x Rp. 4000 = Rp. 4.000.000,- Luar Biasa …..!!!!.

Selain itu ia juga menerangkan mengenai penggunaan pupuk makro NPK setelah menggunakan produk NASA menjadi lebih irit dengan adanya pengurangan 50 – 70%. Dulu biasanya menggunakan 2 kwintal sekarang minimal 1 kwintal, jika harga 1 Kg NPK adalah Rp. 525,- maka ada penghematan 100 Kg (1kwintal) x Rp.525 = Rp. 525.000,- sedangkan biaya pembelian produk NASA hanya sekitar Rp. 200.000 saja. Jadi sangat menguntungkan dan tentunya juga Irit bukan ..!!

Saat team NASA melakukan wawancara dan perbincangannya dengan Bapak Subandrio di lahan jeruk tersebut juga nampak beberapa tetangga lahan jeruk yang ikut menyaksikan disertai dengan rasa terkagumg-kagum. Mereka selalu ingin bertanya pada Subandrio, pakai apa kok tanaman jeruknya bisa tumbuh bagus dan buahnya besar-besar. Bapak Subandrio hanya tersenyum sambil menjawab kepada mereka bahwa dirinya menggunakan produk-produk pertanian NASA sambil menunjukkan beberapa produk NASA yang telah dipakainya.

Yang lebih menggembirakan lagi, disitu juga hadir salah seorang pengepul yang sudah biasa mengambil hasil panen (petik) jeruk di daerah sekitar Jrakah. Bapak Yusuf, biasanya ia dipanggil, sampai terkagum-kagum dengan tanaman milik Bapak Subandrio. Bahkan ia berani memastikan petik (panen) jeruk yang ada dilahan seluas 2000 m2 itu akan menghasilkan paling sedikit 5 ton. Padahal Bapak Subandrio sendiri hanya berani memperkirakan 3,5 ton saja. LUAR BIASA ....!!!. Jadi terbukti sudah bahwa produk-produk NASA memang sangat bagus digunakan terutama untuk tanaman jeruk, karena halm ini telah diakui oleh tetangga lahan Subandrio yang rata-rata mereka adalah para petani jeruk, bahkan pengepul jeruk pun mengakuinya.

Oleh karena diakhir perbincangannya dengan team NASA, Bapak Subandrio berpesan kepada seluruh petani jeruk khususnya dimana saja, agar selalu menggunakan produk NASA karena ia sudah merasakan sendiri peningkatan hasilnya dan selain itu tenah pertaniannya pun semakin subur. NASA memang OKE …!!!

KESAKSIAN NILAM DI KLATEN, JAWA TENGAH


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA PEMBIBITAN NILAM

Nama Pemilik                 :   Joko Sarwoko  ( Sentra Pembibitan Nilam Aceh
                                       ’ BERKAH DAUN ’ )
Lokasi                           :   Dsn. Wukiran, Ds. Jomboran, Kec. Jomboran
                                        Klaten Tengah – Jawa Tengah
 

Produk NASA yang digunakan    :   POC NASA, HORMONIK

Cara dan Waktu Aplikasi        :

1.  Bibit setelah dipotong ± 25 cm direndam dalam air 10 liter yang diberi 5 cc/setengah  
     tutup HORMONIK, selama ± 1 menit, basahi semua bagian tanaman.
2.  Setelah direndam 1 menit, kemudian bibit ditanam ke polibag kecil.
3.  Setelah umur tanaman 1 minggu di polibag, bibit disemprot POC NASA dengan dosis  
     5 cc/setengah tutup POC NASA pada 5 – 8 liter air.   
4.  Penyemprotan POC NASA  dilakukan pada umur mulai 1 minggu – 1 bulan dengan
     interval 1 minggu.

PERBANDINGAN TANAMAN
YANG MEMAKAI DAN TIDAK MEMAKAI PRODUK NASA

ParameterPAKAI NASATANPA NASA
Prosentasi Hidup90 % 20 %
PertumbuhanSERAGAM  TIDAK SERAGAM
Umur Dipanen1 bulan1,5 bulan
Serangan Jamursedikitbanyak serangan
Kekuatan Batang dan
Daun
kuat dan tidak
mudah rontok
lentur, mudah patah
dan rontok


 Catatan   :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh   :
1.    Kualitas benih/bibit ( Genetis tanaman )
2.    Iklim ( Curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll.)
3.    Tingkat kesehatan tanaman ( Pengaruh Hama dan Penyakit )
4.    Tingkat kesuburan tanah
5.    Pemupukan ( tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll )
6.     Sistem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.

KESAKSIAN TANAMAN BUAH NAGA DI KULONPROGO


LAPORAN APLIKASI PRODUK NASA
PADA TANAMAN BUAH NAGA

     

Nama pemilik kebun                    : Bp. Kasijo
Alamat                                     : Ds. Trisik, Kel. Banaran  -  Galur
                                                Kab. Kulon Progo, Propinsi DIJ
Jumlah tanaman buah naga          : 250 tiang X   4 tanaman per tiang = 1000 tanaman
 Umur tanaman                           : 16 bulan
Produk NASA yang dipakai            : POC NASA, AERO 810, Hormonik
Dosis penggunaan Produk NASA     : 3 tutup POC NASA + 1 tutup    
                                                 HORMONIK + 2 tutup Aero
Cara Aplikasi                              : Produk NASA dimasukkan ke tangki semprot lalu dilakukan Penyemprotan ke                                              pada jam 07.00 – 11.00 pagi


Peningkatan Hasil Pemakaian Produk NASA :

ParemeterSebelum Pakai NASASetelah Pakai NASA
DaunKuning seperti layuhijau, kuat dan segar
Buahtiap kg berisi 4-5 buahtiap kg berisi 2-3 buah
Produksi2,5 kwintal per panen3 kwintal per panen




Analisis ekonomi :

Harga Buah Naga jenis merah Rp. 40.000/kg, dan harga buah naga putih Rp. 20.000-25.000 /kg.
Tambahan biaya Rp. 150.000,00  (pembelian produk NASA) mendapatkan tambahan hasil :
- Peningkatan hasil panen 50 kg X harga buah Rp. 20.000 (diambil dari harga terendah) = Rp. 1.000.000,00
- Dikurangi pembeliah produk NASA Rp. 850.000,00 per panen.
- Peningkatan keuntungan bersih per panen Rp. 850.000,00

Catatan :

Hasil atau respon tanaman terhadap penggunaan Produk NASA bisa bervariasi, karena sangat dipengaruhi oleh :
1.    Kualitas benih/ bibit (genetis tanaman)
2.    Iklim (curah hujan, air, sinar matahari, kelembaban, suhu, dll)
3.    Tingkat kesehatan tanaman (pengaruh hama dan penyakit tanaman).
4.    Tingkat kesuburan tanah.
5.    Pemupukan (tepat jenis,tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, dll)
6.    Sisrem pemeliharaan atau perawatan tanaman yang dilakukan.