Kamis, 08 Mei 2014

Cara Pembuatan Pakan Ternak dengan Probiotik Tangguh

Cara Pembuatan Pakan Ternak dengan Probiotik Tangguh sangat praktis dan mudah dan bisa langsung diberikan ke Ternak. Caranya cukup mudah, pertama siapkan pakannya selanjutnya buat campuran air dengan komposisi 5liter air +1tutup Tangguh Probiotik+1tutup Viterna Plus lalu semprot atau cipratkan campuran Tangguh Probiotik Pakan Ternak dan Viterna Plus pada pakan Ternak. Dan pakan siap disajikan.
produk-nasa-probiotik-tangguh-nasa-fermentasi-pakan-ternak


Cara Pembuatan Pakan Ternak dengan Probiotik Tangguh sistim fermentasi:
Persiapan:
1.    Siapkan Jerami (sesuai kebutuhan yang dikehendakinya)
2.    gelaran untuk alas.
3.    siapkan air secukupnya
4.    siapkan Produk  PROBIOTIK TANGGUH
5.    Siapkan Bekatul dan tempat untuk proses fermentasi, bisa dengan terpal atau apapun  yang dapat ditutup rapat.
Langkah Pembuatan Pakan  Ternak dengan Probiotik Tangguh:
•    Tumpuk / susun jerami kering sampai kira-kira ketebalan 20-30cm
•    Siram dengan air yang sudah dicampur PROBIOTIK TANGGUH (takaran 5 tutup / 15 liter air) sampai kira-kira kadar air 60%.
•    Taburkan bekatul di atas tumpukan jerami secara merata.
•    Tumpuk lagi jerami di lapisan atasnya dan perlakukan sama dengan perlakuan sebelumnya. 
Demikian seterusnya sampai pada ketinggian tumpukan jerami sesuai yang dikehendaki.
•    Langkah selanjutnya tutup rapat tumpukan jerami tersebut 1-3 hari.
•    Setelah itu tumpukan jerami yang  ditutup selanjutnya dibuka dan diangin-anginkan sebentar agar dingin sebelum diberikan untuk pakan ternak.
•    Simpan di tempat yang teduh  untuk persediaan pakan sampai dengan beberapa bulan kedepan.

Kelebihan :
Proses fermentasi jerami padi dengan PROBIOTIK TANGGUH hanya memerlukan waktu 1x24 jam sehingga tidak repot menunggu terlalu lama untuk pemberian pakan ternaknya.

Catatan:
Untuk 5 tutup botol PROBIOTIK TANGGUH (dengan pencampuran air 15-45 liter air) dapat digunakan memfermentasi jerami kurang lebih 1,5 kwintal.

Demikian Cara Pembuatan Pakan Ternak dengan Probiotik Tangguh, semoga bermanfaat.

Info dan Pemesanan Produk NASA silakan sms/call/whatsapp 087838967089/Pin BB 24D1F5A9




Tangguh Probiotik Pakan Ternak

Tangguh Probiotik Pakan Ternak produk terbaru dari PT. Natural Nusantara  sebagai pelengkap produk peternakan Viterna Plus yang telah beredar lebih dulu dan sudah bisa dimanfaatkan oleh para peternak.


Tangguh Probiotik Pakan Ternak merupakan formula khusus untuk proses fermentasi pakan ternak dan dibuat dari bahan-bahan organik murni sesuai anjuran dunia untuk kembali ke alam, dengan fungsi utama menghasilkan pakan fermentasi yang berkualitas dengan meningkatkan gizi, cita rasa, dan palatabilitas (tingkat kesukaan ternak).

Dosis Pemakaian Probiotik Tangguh :
Ternak : 2 tutup botol (+20cc) TANGGUH per 5 liter air untuk 100 kg pakan ternak/hijauan.
    Udang : 1 – 3 liter / ha
    Ikan : 1 – 2,5 liter / ha

Kandungan Probiotik Tangguh Nasa:
  •     Lactobacillus sp.    : 2,5  * 10 Pangkat 7 cfu/ml
  •     Azotobacter sp.      : 1,31 * 10 pangkat 6 cfu/ml
  •     Streptomyces sp.    : 2,42 * 10 pangkat 6 cfu/ml
  •     Aspergillus sp.       : 1,90 * 10 pangkat 5 cfu/ml
  •     Trichoderma sp.     : 2,8 * 10 pangkat 5 cfu/ml
  •     pH                  :  5,0
Fungsi :
  1.     Penambat nitrogen             : Positif
  2.     Pelarut Fosfat                     : Positi
  3.     Penghasil Fitohormon        : Positif
  4.     Perombak Bahan Organik  :
                  > Perombak Selulosa     : Positif.
                  > Perombak Lignin        : Positif.

Sebagaimana produk-produk NASA lainnya, Tangguh Probiotik Pakan Ternak sudah memenuhi standar Kualitas – Kuantitas – Kelestarian (K-3).

Info dan pemesanan Tangguh Probiotik silakan sms/call/whatsapp 087838967089/Pin BB 24D1F5A9

Rabu, 07 Mei 2014

Tips Aplikasi Probiotik Tangguh Untuk Budidaya Lele Hasil optimal

Satu lagi Produk NASA yang diluncurkan oleh PT. Natural Nusantara "Probiotik Tangguh" sangat bagus sekali bila diaplikasikan bersama dengan Viterna Plus. Berikut Tips Aplikasi Probiotik Tangguh Untuk Budidaya Lele Hasil Optimal. Tips ini berdasarkan pengalaman langsung dilapangan silakan bisa Anda coba.


Untuk Pengaplikasiannya: setengah tutup Tangguh Probiotik + 1 tutup Viterna Plus tuangkan dalam 1liter air untuk campuran pakan 5kg pakan lele.
Demikian Tips Aplikasi Probiotik Tangguh Untuk Budidaya Lele Hasil Optimal. Semoga bermanfaat.
Untuk Info dan pemesanan Tangguh Probiotik  silakan call/sms/whatsapp 087838967089/Pin BB 24D1F5A9

Selasa, 06 Mei 2014

Pupuk Organik Cair Nasa

Dari berbagai macam pupuk yang ada diantaranya ada yang berbentuk padat ada yang berbentuk Cair. PT. Natural Nusantara selain memproduksi Pupuk Organik Padat juga Mengeluarkan Pupuk Organik Cair Yang disebut sebagai POC NASA. Dengan diproduksi Pupuk Organik Cair Nasa diharapkan akan mempermudah para petani untuk pengaplikasiannya pada lahan. Sehingga petani tidak perlu direpotkan bagaimana cara membuat Pupuk Organik Cair karenan sudah  adanya POC NASA.

Pupuk Organik Cair NASA tidak cocok bila disebut pupuk daun karena selain memberikan nutrisi bagi tanaman melalui penyemprotan pada daun tetapi juga bisa membenahi kondisi tanah pertanian dari kondisi keras akibat overnya pemakaian pupuk kimia menjadi gembur lagi, jadi selain disemprot POC NASA juga bisa dikocorkan ketanah.

Berikut perlu kita sampaikan fungsi dari Pupuk Organik cair Nasa, diantaranya adalah:
  • Meningkatkan Kualitas - Kuantitas Produksi tanaman serta kelestarian lingkungan.
  • Menjadikan tanah yang keras menjadi tanah yang gembur.
  • Melarutkan sisa pupuk kimia di dalam  tanah.
  • Dapat mengurangi pemekaian pupuk kimia
  • Melarutkan kandunga pupuk kimia dalam tanah.
  • Memberikan unsur mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman.
  • Dapat mengurangi penggunakan pupuk Urea, SP 36
  • Memacu pertumbuhan tanaman akar
  • Setiap  1liter  Produk Nasa setara dengan unsur hara  mikro 1ton pupuk kandang
  • Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah (mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin, Sitokinin)
  • Membantu perkembangan mikro organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, penicilium glaucum dll)
  • Meningkatkan daya tahan tanaman dari hama dan penyakit.
  • Meningkatkan bobot unggas (bebek, ayam), ternak besar (spt kambing, sapi dll), ikan dan udang.
  • Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak, ikan dan udang.
  • Membantu pembentukan plankton pakan alami ikan dan udang
 Info dan pemesanan Pupuk Organik Cair NASA / POC NASA silakan sms/call/whatsapp 087838967089/Pin BB 24D1F5A9

Minggu, 04 Mei 2014

Teknis Budidaya Pembenihan Lele

I.  PENDAHULUAN
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur, dan dapat disajikan dalam berbagai menu masakan. PT. Natural Nusantara dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas, Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.


II. PEMBENIHAN LELE
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai  berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Benih lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

III. SISTEM BUDIDAYA
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu:
1. Sistem Massal
Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan dalam mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan
Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina dalam suatu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi)
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar hyphofise, yang berada disebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar hiphofiseyang juga harus dari jenis lele.

IV. TAHAP PROSES BUDIDAYA

A. Pembuatan Kolam
Ada  2 macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yangg tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak atau tipe galian, pembenihan lele harus mempuyai:
  • Kolam tandon. Mendapatkan air langsung dari luar atau sumber air. Berfungsi untuk mendapatkan lumpur, peraediaan air dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain
  • Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan betina selama masa pematangan telor dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
  • Kolam pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam iniharus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam pendederan. Berfungsi untuk pembesaran anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut kerena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernakannya.
B. Pemilihan Induk 
Induk jantan mempunyai tanda:
  • Tulang kepala berbentuk pipih.
  • Wrna lebih gelap.
  • Gerakannya lebih lincah, perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung.
  • Alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda:
  • Tulang kepala berbentuk cembung.
  • Wrna badan lebih cerah.
  • Perut mengembang lebih besar daripada punggung.
  • Alat kelamin berbentuk bulat 

    C. Persiapan Lahan
    Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi:
    • Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
    • Pengapuran. Dilakukan dengan kapur dolomit atau zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
    • Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk menetralkan racun dan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga bisa dilakukan untuk menmbah kesuburan lahan.
    • Pemasukan air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
    Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah:
    • Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya
    • Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengann dosis sama.
    D. Pemijahan
    Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau. Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

    E. Pemindahan
    Cara pemindahan:
    • Kurangi air disarang pemijahan sampai tinggi air 10-20cm.
    • Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
    • Samakan suhu pada ke dua kolam.
    • Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
    • Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
    F. Pendederan
    Adalah pembesaran ingga berukuran siap jual, yaitu 5-7cm, 7-9cm, 9-12cm dengan harga berbeda. kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabbkan lele mudah stress. Pemberian pakan dilakukan sejak anakan lele dipindah ke kolam pendederan ini.

    V. MANAJEMEN PAKAN
    Pakan anakan lele berupa:
    • Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur dibawah 3-4 hari.
    • Pakan buatan untuk umur di atas 3-4 hari.kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
    Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1-2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

    VI. MANAJEMEN AIR
    Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik:
    • Air harus bersih.
    • Berwarna hijau cerah.
    • Kecerahan/Transparansi sedang (30-40cm)
    Ukuran kualitas air secara kimia:
    • Bebas senyawa beracun seperti amoniak
    • Mempunyai suhu optimal (22-26 derajat celcius)
    Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada lahan dengan cara dilarutkan dan disiramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10hari sekali.Dosis pemakaian TON adalah 25 gr/100m2.

    VII. MANAJEMEN KESEHATAN
    Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam manajemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam ke dua hal itulah peranan TON dan POC NASA sangat besar.

    Namun apa bila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. penyakit-penyakit yang disebabkan oleh protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.


     



    Jumat, 02 Mei 2014

    Mengapa Tanaman Membutuhkan POC NASA dan SUPERNASA?

    Tanaman Membutuhkan POC NASA dan SUPERNASA karena tanah kita di Indonesia menunjukkan gejala semakin keras akibat penumpukan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah yang tidak hancurdan terikat selama puluhan tahun.  Tanah yang keras akan menyebabkan pemberian pupuk tidak dapat optimal diserap oleh tanaman selain perkembangan akar tanaman akan terganggu.
    Pupuk NASA akan melarutkan sisa pupuk kimia tersebut sehingga tanah kembali menjadi gembur selain itu sisa pupuk kimia tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman. Selain itu tanah kita kekurangan 10 unsur hara Essensial yang mutlak/wajib dibutuhkan tanaman karena selama ini hanya tiga unsur hara Essensial saja yang kerap diberikan yaitu Urea (N), TSP/SP-36 (P) dan KCl (K). Sedangkan tanaman untuk tumbuh akan menyerap paling tidak 13 unsur hara Essensial dan setelah panen 13 jenis unsur hara akan hilangdari lokasi penanaman bersama dengan hasil panen yang diangkut keluar area penanaman.

    Kondisi ini di Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun sehingga mudah di mengerti jika tanah-tanah kita kekurangan terutama 10 jenis unsur hara essensial. Penggunaan Pupuk POC NASA dan SUPERNASA bersama N, P dan K secara berimbang akan mengatasi masalah tersebut

    Minggu, 13 April 2014